halo teman teman
saya Zulfikar Alwanni
selamat datang kembali di Three Path Teacher.
Kali ini saya mau melanjutkan pembahasan Partikel Bunkei
yang dimana artikel sebelumnya kita sudah bahas mengenai
Partikel Wa dan Partikel Desu.
Sekarang kita lihat yuk kalimat di bawah ini
Jepang :
Watashi wa gakusei desu .
Miira san mo gakusei desu .
Indonesia :
- Saya seorang mahasiswa
- Miira juga seorang mahasiswa
Dari kalimat diatas kita bisa menyimpulkan
bahwa partikel "mo " digunakan sebagai pemberian kesamaan peran .
jadi :
- watashi wa gakusei desu .
- Miira san wa gakusei desu (salah )
- Miira san mo gakusei desu .( benar )
dari kesimpulan diatas kita tidak perlu menggunakan
partikel "wa" tetapi diganti dengan menggunakan "mo".
Jika teman teman masih bingung dan ingin bertanya bisa
diketik dalam kolom komentar
kami juga menerima saran dan kritik yang membangun ^^
bila kalian suka artikel kami share ke teman temannya juga ya :D
Semoga Bermanfaat ^_^
Friday, November 11, 2016
Sunday, October 30, 2016
Kosa Kata Dalam Pengenalan Bahasa Jepang
Three Path Teacher - Oke teman teman kali ini saya bakal memberikan daftar kosa kata bahasa jepang yang berhubungan dengan pengenalan
Kosa Kata
Watashi : Saya
Anata : Anda
Hajimemashite : Salam Kenal
Gakusei : Mahasiswa
Sensei : Guru
Douzo ; Silakan
Onamae : Nama Anda
Okuni : Negara Anda
Oikutsu / Nansai : menanyakan umur
Doumo : Makasih ( Kurang sopan )
Arigatou : Terima Kasih
Arigatou Gozaimasu : Terima kasih banyak
Douitashimashite : Terima kasih kembali / sama sama
Seperti biasa yang ingin bertanya ajukan saja dikolom Komentar
Kritik & Saran juga sangat membantu kami
Jika suka dengan artikel kami di share ke teman temannya ya
Semoga bermanfaat :)
Fungsi Lain Partikel Desu
Three Path Teacher - Halo teman – teman kembali lagi di Three Path Teacher
dengan saya Zulfikar Alwanni dalam pembahasan bunkei.
Nah dalam pembahasan partikel dasar di artikel sebelumnya saya ingin memperdalam penjelasan partikel desu terutama fungsi lain dari partikel
dasar ini yaitu :
Semoga pemaparan ini bermanfaat
Saya sangat mengharapkan pertanyaan yang belum dapat dimengerti
Kolom komentar tersedia untuk teman teman sekalian : - )
Sampai jumpa di artikel selanjutnya ~
dengan saya Zulfikar Alwanni dalam pembahasan bunkei.
Nah dalam pembahasan partikel dasar di artikel sebelumnya saya ingin memperdalam penjelasan partikel desu terutama fungsi lain dari partikel
dasar ini yaitu :
- Fungsi pertama sebagai bentuk predikat yang di taruh di akhir kalimat .
- Fungsi kedua menunjukkan kesopanan dalam bentuk rasa hormat.
- Fungsi ketiga sebagai kesimpulan suatu topik didalam sebuah kalimat .
Semoga pemaparan ini bermanfaat
Saya sangat mengharapkan pertanyaan yang belum dapat dimengerti
Kolom komentar tersedia untuk teman teman sekalian : - )
Sampai jumpa di artikel selanjutnya ~
Saturday, October 29, 2016
Pola Kalimat ( Bunkei ) Ke – 1
Mengenal partikel yuk ~
Halo teman – teman
kembali lagi di Three Path Teacher
Bersama saya Zulfikar Alwanni akan sedikit berbagi tentang Bahasa Jepang
Mengenai Bunkei yang sebelumnya sudah pernah saya bahas
di dalam Youtube Channel Three Path Teacher.
Oke
pada pembahasan kali ini saya akan mengulas
kembali tentang :
Pola Partikel “wa” dan “Desu
Nah
sebelumnya dalam tayangan video di channel Three Path Teacher
Saya sudah
memberikan Pola ini melalui contoh kalimat :
“ Watashi wa Maiku Miira desu”
Dalam
kalimat tersebut terdapat dua kata yang saya berikan garis miring ini kita beri
nama “Pola Partikel “, Nah kita bahas yuk kedua Pola Partikel ini …
1.Pola Partikel pertama ini disebut
kata “wa”
Awas ini
bukan kata “wa” didalam huruf hijaiyah ya !
Biasanya dalam percakapan sehari hari atau pada Kalimat yang muncul di media seperti Koran dan bahan wacana kita sering kita mendengar kata “wa”, Nah Saya bocorin nih makna dari penggunaan partikel ini.
Kata “Wa” bisa di bilang
kata wajib yang khusus dimasukan ke dalam kalimat di bahasa jepang dan
ditambahkan sesudah Pelaku ( Subjek ) .
Kesimpulannya bila tidak ditemukan kata “wa” dalam sebuah kalimat dan dialog seperti gambar diatas bisa di bilang kalimat itu Hambar deh .
2. Pola Partikel kedua ini bernama
“Desu”
Lafal ucap
dimulut berbunyi “Des “
Partikel “Desu” ini biasanya ditambahkan sebelum akhir
kalimat lebih tepatnya sebelum tanda ( . ) Titik.
Fungsi Partikel ini sama
seperti “wa” yaitu kata wajib yang harus dimasukkan dalam kalimat.
Terus Kalau dibandingkan Bahasa
Indonesia Partikel “wa” dan
“desu” itu perbedannya dimana ?
A. Oke kita
perdalam lagi untuk partikel “wa” ….,
- kemiripan pada kata Bahasa Jepang “wa” di dalam Bahasa Indonesia sendiri terdapat
pada Kata “adalah “ yang berperan sebagai
pendamping subjek.
Ini Contoh
perbandingannya dalam Bahasa Jepang :
1. Watashi Maiku
Miraa. ( Salah )
2. Watashi
Maiku Miraa desu. ( Salah )
3. Watashi wa Maiku Miraa desu. ( Benar )
Ini Contoh
perbandingannya dalam Bahasa Indonesia :
1. Saya Zulfikar.
( Benar )
2. Saya adalah Zulfikar. ( Benar )
kesimpulannya
perbedaan diatas tergantung dari
kelaziman penggunaan bahasa
dimana bila
kita menulis dan mengucapkan kalimat dengan atau tanpa kata “adalah “ itu
diperbolehkan dan dapat di mengerti masyarakat Indonesia , namun berbeda
hakikatnya dimasyarakat Jepang dimana penggunaan partikel “wa” memang perlu dimasukkan dalam bentuk lisan dan
tulisan sebagai pemerjelas.
NOTE : Kata “wa” makna / arti bahasa Indonesianya
sendiri bukan kata “ adalah “ melainkan hanya sebagai pola partikel.
B. Kata “Desu “
Sama seperti “wa “ kata ini sendiri tidak memiliki arti di Indonesia
tetapi perlu dimasukan pada setiap kalimat didalam Bahasa Jepang .
Note : Penggunaan Kata Desu merupakan suatu kelaziman atau kebiasaan masyarakat Jepang dalam menjelaskan benda , keadaan , dan tempat sebagai bentuk sopan .
Nah sekarang teman teman sudah bisa mengetahui nih penggunaan partikel sederhana ( Bunkei ) pola kalimat di dalam Bahasa Jepang .
Bila ada penjelasan yang kurang jelas bisa ditanyakan
dikolom Komentar yang tersedia dan jika kalian suka dengan artikel kami di bagikan ya keteman temannya :-)
Subscribe to:
Posts (Atom)
